Friday, October 30, 2009

Sekedar Berbagi Perasaan Tentang Beberapa Sahabat Baik Saya di TI 2005

Sabtu, 24 Oktober 2009. Hari itu saya di wisuda di Sabuga, Bandung, bersama 77 teman TI 2005 saya. Hari itu tentu menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup saya. Kami datang pagi-pagi ke Sabuga, berfoto ria sesama wisudawan, menjalani prosesi yang cukup membosankan (hehehe), bersalaman dengan rektor ITB-dekan FTI-kaprodi TI, mengambil ijazah, foto bersama prodi, disambut di luar oleh massa MTI, diberi bunga oleh teman-teman, banyak berfoto dengan teman-teman, dan malamnya disambung dengan syukuran wisuda MTI yang tentunya sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan, karena kami terlarut dalam tangisan; tangisan bahagia yang mensyukuri persahabatan yang terjadi di TI 2005, namun juga tangisan sedih yang membuat kami menyadari bahwa rutinitas keseharian kami tidak akan pernah dijalani bersama-sama dengan TI 2005 lagi ke depannya.

Beberapa hari ini (sebelum saya akan meninggalkan Bandung), saya banyak mengenang cerita ataupun momen yang pernah saya alami bersama TI 2005, atau bahasa lainnya, flashback. Kalau saya ceritakan semuanya, tentu tidak akan cukup hanya dalam beberapa paragraf. Bisa jadi menjadi sebuah novel tersendiri bagi saya, hehe. Dan selama flashback, saya menyadari beberapa teman baik, sahabat saya, yang telah mengajari saya banyak hal.

Arrum, yang telah mengajari saya betapa menyenangkannya hidup ini, dan betapa berharganya hidup ini, melalui lelucon-lelucon yang sering dilakukannya (bersama saya tentunya, hahaha) maupun cerita-cerita dewasanya yang sering menjadi inspirasi saya.

Josef, yang telah mengajari saya untuk berjuang dalam hidup untuk mendapatkan apa yang dimau, walaupun mungkin jalan ke depannya akan menjadi sangat berat, namun hadapi saja apapun itu.

Sapri, yang sering menjadi inspirasi saya, terutama di tahun-tahun terakhir, dengan pribadinya yang mungkin cuek namun tetap menyenangkan,dan wawasannya yang luas karena rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap banyak hal.

Dendy, yang selama 2 tahun terakhir mungkin banyak direpotkan saya, sering saya tebengin kemana-mana, benar-benar teman di kosan karena saya jarang pergi dan berkumpul dengan teman kosan lainnya, teman berlatih bahasa inggris, dan wawasannya yang luas memberi saya banyak informasi.

Fifi, yang bertahun-tahun sering mengajari saya, terutama di saat belajar bersama ketika akan menghadapi ujian, teman yang sering berbagi cerita tentang kehidupannya, dan teman yang membuat saya tersanjung karena pengakuannya yang katanya nyaman untuk berteman dan berbagi dengan saya.

Nindy, teman dengan segudang bakat, yang membuat saya sadar bahwa saya bisa menguasai banyak hal kalau memang saya mau belajar dan berlatih, yang membuat saya belajar untuk tulus dalam mengerjakan segala hal.

Didi, teman yang saya sendiri tidak tahu jalan pikirannya, namun cerita-ceritanya membuat saya melihat dan belajar untuk menghargai sisi lain kehidupan, entah sisi lain itu apa, namun obrolan dengannya membuat saya untuk bisa melihat dari pandangan yang berbeda.

Sawe, yang sering berbagi cerita dengan saya, tentang apapun, yang walaupun simpel namun entah mengapa saya senang mendengarnya dan saya merasa belajar banyak darinya.

Uki, yang tidak hanya sekedar menjadi teman baik, namun juga sudah menjadi "kakak" bagi saya, yang dengan pribadi dan kisah hidupnya yang unik, banyak memberi dan mengajari saya, sehingga saya seperti memiliki sosok kakak yang tidak saya punya.

Dan terakhir, Donal, benar-benar teman dari tingkat pertama hingga tingkat akhir, mulai dari teman belajar kalkulus pada tingkat satu, hingga teman yang menemani saya di malam hari sebelum saya sidang hingga nilai hasil sidang saya keluar, teman yang menjadi sahabat dan saudara terbaik saya selama ini, karena dengan sejuta kesenangannya yang dia berikan dan juga konflik yang mungkin bersama-sama kami ciptakan tanpa kami sadari, yang benar-benar membuat saya mengerti benar arti seorang sahabat, dan mungkin saya belum menjadi sahabat yang baik bagi dia, namun saya tetap berusaha belajar untuk menjadi sahabat baiknya.

Masih banyak teman-teman TI 2005 yang tentunya sangat berarti berarti bagi saya. Dan saya tidak bermaksud untuk mengecilkan peran mereka dengan tidak menceritakannya di sini. Namun dalam kesempatan ini saya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan terhadap teman-teman ini. Mungkin dalam kesempatan lain saya akan mengungkapkan apa yang saya rasakan terhadap teman-teman baik saya lainnya.

Terimakasih teman-temanku semua. Saya benar-benar bersyukur kalian pernah hadir dalam hidup saya, tidak hanya sepintas, tetapi singgah dalam waktu yang cukup lama.

Tuesday, October 13, 2009

Kangen Seorang Sahabat

Tadi saya abis ym-an dengan salah seorang sahabat saya yang sekarang melanjutkan studi S2 di Jepang. Di tengah-tengah pembicaraan, dia menyelipkan mesej ini.

Josef Novan Adrian Lumbantobing: makasih ya udah mau temenan sama gw nu. makasih udah mau memberikan allowance lebih buat pribadi gw yang agak2 berbeda dengan yang lain ini

Josef Novan Adrian Lumbantobing: you are really a great friend

*tanpa saya edit sama sekali, langsung copy paste dari mesej aslinya di ym

Saya terharu saat itu juga, hingga saat saya post cerita ini. Saya bersyukur bisa jadi seorang teman yang berarti buat sahabat saya. Untuk Josef, terima kasih banyak juga ya, kamu juga sahabat yang berarti buat saya kok, hehe.

Miss you a lot, bro. Wishing you a great life there.

Tuesday, September 01, 2009

buat partner plo gw : semangat!

partner plo gw dulu udah mau sidang aja..

gw ga tau lagi kalo ad latian sidangnya..

aga sedih juga sih ga tau..

tapi yaudahlah, hehehe..

semangat ya sasap!

gw selalu dukung lo! dimanapun lo berada!

abis sidang ntar langsung masuk kerja deh.. ckckck..

memang hebat partner plo gw ini..

semangat sasap!

Saturday, August 22, 2009

Astaga, Jopan Melahirkan Lagi!!

Padahal belum berumur genap 3 minggu anak-anaknya Jopan yang lahir sebelumnya (baca di sini).

Anak-anak Jopan yang lahir sebelumnya

Dan sekarang si Jopan udah melahirkan lagi??!! Astaga! Pasti ini akibat perkawinan paksa si Ipan sewaktu Jopan baru saja melahirkan (baca di sini juga).

Jopan baru melahirkan lagi

Bayinya yang baru ada 4 ekor. Berarti harus cepat-cepat menjual anak-anaknya yang 7 ekor itu. Ada yang mau beli? Hehehe.

Monday, August 17, 2009

Selamat Ulang Tahun, Indonesiaku!


Semoga kamu semakin bangkit dan berjaya.

Semoga kamu semakin beradab dan bersahaja.

Semoga kamu semakin indah dan berwarna.

Terima kasih untuk selama ini, Indonesiaku.

Tuesday, August 04, 2009

My Adopted Recipe : Roti Goreng Tuna Kari

Sebenarnya saya mengadaptasi resep ini dari bukunya Chef Bara ("Masak Seru Bareng Si Tukang Masak : Bara Pattiradjawane"). Cuma di buku itu adanya resep "Roti Goreng Smoked Beef". Karena tidak ada smoked beef di kosan saya dan ada sekaleng tuna kari yang sudah sebulan lebih berada di lemari makanan saya, jadilah saya ganti smoked beef-nya dengan tuna kari kalengan. Makanya nama judul postingannya "My Adopted Recipe" bukan "My Own Recipe" seperti biasanya, hehe.

Ini dia resep hasil adaptasi saya! (Kalau mau tahu resep aslinya, beli bukunya saja. Walaupun sedikit mahal, namun buku ini dilengkapi VCD demo masak. Jadi kalau ada yang bingung dari membaca bukunya, tonton saja VCD-nya! Hehe.)

"Roti Goreng Tuna Kari"

Bahan :

  • 2 lembar roti tawar
  • 1/4 kaleng tuna kari (merk apapun)
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 potong tomat
  • 1 butir telur
  • 2 sdm mentega

Cara Membuat :

  • Panaskan wajan antilengket, kemudian lelehkan 1 sdm mentega. Masak tuna kari hingga matang. Lalu taruh dalam mangkok / wadah tertentu. Cuci bersih wajan tersebut.
  • Potong kecil-kecil tomat menjadi bentuk dadu.
  • Siapkan telur dalam wadah.
  • Ambil 2 lembar roti tawar. Potong tiap lembar roti tawar menjadi dua bagian berbentuk segitiga sehingga terdapat 4 lembar (2 pasang) roti tawar bentuk segitiga.
  • Ambil satu lembar roti segitiga. Tambahkan tuna kari dan potongan tomat di atas roti. Pastikan campuran tuna kari dan tomat berada di tengah roti dan sisakan kurang lebih 1 cm di sekeliling pinggir roti.
  • Dari telur yang belum dikocok, ambil sedikit putih telur, kemudian olesi bagian yang tidak terkena campuran (yang sisa 1 cm), kemudian langsung tutup dengan 1 lembar roti yang masih kosong sambil ditekan-tekan pinggirnya. Pastikan roti tertutup rapat. Diamkan sebentar sampai putih telur kering, lalu potong kulit pinggiran roti.
  • Lakukan hal yang sama dengan 2 lembar roti segitiga lainnya.
  • Kocok sisa telur seperti jika ingin membuat telur dadar.
  • Panaskan wajan antilengket yang telah dicuci bersih tadi, kemudian lelehkan 1 sdm mentega. Turunkan panas api menjadi sedang.
  • Celupkan roti ke dalam telur hingga semua bagian tertutup kocokan telur. Goreng satu sisi hingga telur matang kurang lebih 1 menit, kemudian balik. Teruskan goreng sisi lainnya sampai berwarna cokelat keemasan. Angkat dan tiriskan.

Rotinya dapat dimakan dengan saus sambal dan/atau saus tomat. Sebenarnya kalau mau lebih enak, bisa ditambah jamur champignon (jamur kancing)  dan parutan keju di dalam rotinya. Cuma tadi karena lupa, jadi tidak pakai itu, hehe. Oya, karena ini saya juga memodifikasi dari resep Chef Bara, resep ini juga bisa dimodifikasi dengan mengubah isi rotinya sesuai dengan selera dan ketersediaan bahan, hehehe. Selamat mencoba!

Monday, August 03, 2009

Jopan Melahirkan (lagi)!

Tak disangka tak dinyana, ternyata Jopan hamil! Saya kira Jopan hanya gendut belaka. Walaupun saya juga sempat curiga si Jopan hamil, tapi karena dia tidak galakkepada si Ipan seperti waktu kehamilan pertama maka saya hanya mengira si Jopan gendut banget.

Tapi ternyata, tadi pagi ketika saya bangun sekitar pukul 09.00, terlihatlah Jopan yang sedang menutupi bayi-bayinya. Awalnya saya hitung bayinya ada 6 ekor. Namun ternyata saya salah menghitung. Jumlah yang benar adalah 8 ekor! Astaga! Banyak!

Awalnya tidak mau saya pisah, karena sepertinya si Ipan merasa oke-oke saja dengan kehadiran bayi-bayi mereka. Tapi si Ipan sudah mengajak si Jopan kawin lagi! Padahal Jopan baru saja melahirkan. Dan herannya, si Jopan diam saja ketika diajak kawin! Astaga. Mereka melakukannya di depan bayi-bayi mereka.

Alhasil, si Jopan dan bayi-bayinya langsung saya pisah dan pindahkan ke baskom. Saya pindahkan bayi-bayinya satu persatu dengan memakai sendok, karena tidak boleh dipegang langsung, nanti bau manusia bayi-bayinya.

Ya, mudah-mudahan bayi-bayi kali ini juga dapat tumbuh sehat seperti anak-anak kelahiran pertama, dan dapat berbuah uang untuk saya. Hahahaha.

Friday, July 03, 2009

egois.

lagi merasa egois.

a guilty pleasure.

pengen egois. tapi tau kalo itu ga bener.

jadi?

i'm just going to sit and remain silent.

biar tenggelam dalam keegoisan sendiri.

Saturday, June 27, 2009

Mereka Sudah Mulai Besar

Bayi-bayi Jopan (lihat postingan sebelumnya) sudah mulai besar. Lihat saja perbedaannya.

Foto di atas diambil pada saat bayi-bayi Jopan berumur 1 hari, pada tanggal 17 Juni 2009.

Foto di atas diambil pada saat bayi-bayi Jopan berumur 11 hari, pada tanggal 27 Juni 2009.

Jadi tidak sabar menanti mereka tambah besar lagi. Mau lihat mereka lari-lari ke sana ke mari. Hehe.

Sunday, June 21, 2009

My Own Recipe : Nasi Tiga Warna

Kembali hadir dalam blog saya, resep coba-coba saya yang ketiga. Resep ini saya beri nama "Nasi Tiga Warna". Seperti dapat dilihat di gambar sebelah, terdapat tiga warna yang mendominasi menu masakan ini, yaitu merah, kuning, dan hijau. Warna merah disebabkan oleh sosis sapi dan cabe merah, warna kuning disebabkan oleh telur orak-arik, dan warna hijau disebabkan oleh paprika hijau.

Dan, inilah resepnya!

"Nasi Tiga Warna"

Bahan :

  • 1 siung bawang putih yang cukup besar
  •  2-3 siung bawang merah
  • 1/2 potong cabe merah
  • 1 sendok teh garam
  • 1/3 sendok teh gula pasir
  • merica secukupnya
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 1 buah sosis sapi
  • 1 butir telur ayam
  • 1/3 potong paprika hijau
  • 1 piring nasi putih


Cara Membuat :

  • Kupas bawang merah dan bawang putih. Cuci bersih. Potong kecil-kecil.
  • Cuci bersih cabe merah. Potong kecil-kecil.
  • Cuci bersih paprika hijau. Hilangkan isi dalamnya. Potong kecil-kecil.
  • Potong melintang pipih sosis sapi.
  • Kocok telur ayam seperti akan membuat telur dadar di mangkok terpisah.
  • Panaskan wajan di atas kompor. Kemudian masukkan minyak goreng ke dalam wajan. Tunggu hingga panas.
  • Masukkan potongan sosis sapi ke dalam wajan. Masak hingga hampir matang.
  • Masukkan potongan bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan paprika hijau ke dalam wajan. Masak hingga berbau harum.
  • Masukkan telor ayam yang sudah dikocok ke dalam wajan. Aduk-aduk hingga menjadi telur orak-arik. Masak hingga matang.
  • Tambahkan garam, gula, dan merica ke dalam wajan. Masak hingga harum.
  • Masukkan nasi putih. Masak hingga nasi berwarna agak kekuningan dan berbau harum.
  • Matikan kompor. Tuang masakan ke dalam piring. Masakan siap dihidangkan.

Seperti biasa, resep ini dapat dimodifikasi sesuai dengan selera Anda.Selamat mencoba!