Wednesday, April 07, 2010

Bab Baru : PCPM XXIX Bank Indonesia

Semenjak beberapa hari yang lalu, bab baru dalam hidup saya dimulai. Hari rabu kemarin (31 Maret 2010), saya dan 47 orang lainnya yang lolos seleksi untuk Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM) XXIX Bank Indonesia pertama kali kumpul bersama di BI buat menyerahkan dokumen-dokumen yang harus dikumpulkan untuk melengkapi persyaratan proses penerimaan. Hari itu pun kami dibagikan perjanjian ikatan dinas yang kemudian kami baca di tempat dan didiskusikan dengan pihak SDM BI.

Hari berikutnya (Kamis, 1 April 2010) kami juga berkumpul di BI untuk diambil sumpah pegawai, tanda tangan kontrak, dan gladiresik untuk acara pembukaan program PCPM XXIX ini. Acara pembukaannya kok pakai gladiresik segala? Soalnya acara pembukaan ini benar-benar harus berjalan dengan lancar, tertib, dan hikmat, karena dihadiri oleh Dewan Gubernur BI dan pejabat sementara Gubernur BI. Semuanya diatur; mulai dari kapan harus berdiri, kapan harus duduk, barisan duduk mana harus berjalan ke arah mana waktu mau foto di depan bersama Dewan Gubernur BI, dan juga harus berjalan ke arah mana waktu mau kembali ke tempat duduk, dsb.

Acara pembukaannya dilakukan hari Senin (5 April 2010). Benar-benar acara paling teratur dan terlancar yang pernah saya ikuti. Pada hari itu, ada 2 benda yang saya dapat untuk "bekal" selama program PCPM XXIX ini dilaksanakan, yaitu name tag dan folder yang berisi modul materi yang akan diberikan selama 3 bulan ke depan. Oya, saya tidak ada foto proses acara pembukaan karena memang kami tidak boleh memotret selama acara berlangsung.


name tag yang harus dipakai setiap hari Senin-Jumat

folder berisi modul materi PCPM XXIX


Program PCPM XXIX ini sendiri dibagi menjadi 3 fase. Fase 1 itu adalah fase klasikal selama 3 bulan, di mana kami diberi materi-materi di dalam kelas dan diajarkan oleh orang BI maupun konsultan. Fase 2 adalah fase orientasi kerja selama 4 bulan, di mana kami akan dibagi ke dalam kelompok dan akan diputar ke setiap satuan kerja BI maupun kantor cabang BI tiap minggunya untuk mempelajari proses bisnis setiap bagian. Fase 3 adalah fase penempatan sementara selama 5 bulan, di mana kami akan ditempatkan di bagian yang kira-kira akan menjadi bagian fix di mana kami akan ditempatkan nantinya ketika kami lulus PCPM XXIX dan diangkat menjadi pegawai BI. Lulus PCPM XXIX dan diangkat menjadi pegawai BI? Ya, saat ini status kami ini masih calon pegawai selama 1 tahun program PCPM ini berlangsung. Pada akhir program ini kami akan dinilai apakah kami bisa lulus program ini dan dapat diangkat menjadi pegawai BI atau tidak. Doakan saja kami bisa jadi pegawai BI beneran ya!


Oke, saya akan bercerita tentang fase 1 yaitu fase klasikal. Selama 3 bulan ini kami akan bertempat di BI Learning Center di dekat Tugu Tani daerah Kwitang, Jakarta Pusat. Ini ada beberapa foto suasana BI Learning Center yang akan menjadi tempat belajar kami selama 3 bulan ke depan.

BI Learning Center tampak depan


suasana alam yang asri di BI Learning Center, hehe


bagian depan BI Learning Center


ada lapangan tenisnya lho!


kelas tempat kami belajar


ruang makan siang dan coffee break


Kok ada ruang makan siang dan coffee break? Salah satu enaknya ikut program PCPM XXIX ini adalah kami diberi snack pagi, makan siang, dan snack sore secara rutin setiap harinya. Snack pagi diberikan waktu istirahat pagi (jam 9.30 - 9.45), makan siang diberikan waktu istirahat siang (jam 11.15 - 13.00), dan snack sore diberikan waktu istirahat sore (jam 14.30 - 14.45). Ada waktu istirahat? Kayak sekolah aja? Iya, di fase klasikal ini kami seperti sekolah dulu; masuk jam 7.10 (tapi materi baru dimulai jam 8.00), istirahat pagi, lanjut materi, istirahat siang, lanjut materi, istirahat sore, lanjut materi sampai waktu pulang jam 16.15. Jadi bisa dibilang selama fase klasikal ini selain belajar melulu, kami juga makan melulu, hehehe. Untuk absen, kami menggunakan absen sidik jari lho! Ternyata BI juga maju dalam penggunaan teknologi absen, hehe.

Oya, ada satu hal yang unik dari program PCPM ini. Sadar ada suatu kesamaan dari kami dilihat dari foto di atas? Ya, kami harus menggunakan atasan kemeja berwarna putih (lengan panjang untuk pria, minimal lengan baju hingga siku untuk wanita) dan bawahan berwarna hitam (celana panjang untuk pria, rok untuk wanita). Semua sepatu yang kami pakai juga harus berwarna hitam. Tidak tahu kenapa hal ini selalu menjadi ciri khas PCPM dari dulu. Mungkin untuk keseragaman dan kekompakan peserta saja kali ya.

Oke, mungkin segitu dulu saja cerita dari saya tentang bab baru dalam hidup yang saya jalani ini. Mungkin nanti saya ceritakan lebih lanjut jika ada cerita-cerita yang menarik untuk diceritakan lewat blog ini. Sampai nanti! :D