Monday, November 16, 2009
Ternyata
Hiiyy, Takut!
Tadi siang sekitar pukul 12.00 saya mendapat telepon dari Arghajata Consulting. Bu Ika (dari Arghahata Consulting) berkata bahwa saya diundang untuk mengikuti interview kedua yang akan diselenggarakan besok jam 10.00. Pada waktu interview pertama, telah dikatakan bahwa jika saya lolos ke tahap berikutnya, maka tahap berikutnya itu adalah case study interview, which is interview kedua ini.
Case study interview itu bukan sembarang interview. Dalam interview itu kita diberikan suatu persoalan yang harus kita pikirkan bagaimana untuk mencari jawaban atas persoalan itu. Tentunya kita harus memikirkannya dalam jangka waktu interview itu. Jadi dalam case study interview dituntut untuk dapat menganalisis secara tepat persoalan yang ada, dan juga dituntut untuk memikirkan pendekatan untuk menyelesaikan persoalan itu, tentunya dalam waktu yang bisa dibilang cukup singkat.
Saya belum pernah menjalani case study interview sebelumnya. Jadi case study interview besok adalah case study interview pertama yang akan saya hadapi. Saya takut jadinya. Hiiyy! *merinding memikirkan akan seperti apa case study interview besok
Sunday, November 15, 2009
H plus 2 Minggu
Walaupun rasanya 4 tahun 3 bulan itu hanya sebentar, banyak banget hal yang terjadi dalam hidup saya. Hal-hal yang membuat kehidupan saya tidak monoton. Hal-hal yang membuat kehidupan saya menjadi lebih berwarna-warni. Mulai dari kegiatan perkuliahan yang semakin padat seiring dengan semakin tingginya tingkat perkuliahan yang saya jejaki, kegiatan organisasi yang memiliki dinamika yang sangat tinggi, hingga kegiatan bersenang-senang yang saya jalani dengan senang hati di kota Bandung. Praktikum dan tugas di Teknik Industri ITB yang seringkali membuat tidak tidur semalaman, MTI yang tidak kalah memusingkan untuk dipikirkan, kewajiban sebagai asisten LSP yang menuntut profesionalisme secara akademis, karaoke seru di NAV/Inul Vista beramai-ramai, menonton film di 21/XXI/Blitz Megaplex bersama teman-teman, menjajal berbagai macam makanan-minuman di kota Bandung, berfoto ria di manapun kamera kami berada, kuliah kerja se-angkatan ke Jakarta dan Ciwidey, dan banyak hal impulsif lainnya yang tentunya akan membuat postingan ini menjadi sangat panjang jika dicantumkan di sini.
Semua yang telah saya alami selama 4 tahun 3 bulan itu benar-benar membuat saya bersyukur. Bersyukur. Atas semua yang telah saya dapatkan. Pembelajaran, pengalaman, kesenangan, kesedihan, kekecewaan, kepuasan, apapun yang membuat hidup saya berwarna-warni. Terutama dengan kehadiran orang-orang di sekitar saya selama saya menjalani kehidupan di Bandung. Jika hidup saya diibaratkan sebagai sebuah kertas putih, maka semua hal itu merupakan warna merah, hijau, biru, kuning, ungu, oranye, dan warna-warni lainnya yang tercipta di muka bumi ini yang dicoretkan pada kertas putih tersebut. Memang kertas putih tersebut tidak lagi menjadi polos. Jika sebuah kertas putih akan tetap putih selamanya, lama-lama akan bosan juga untuk dilihat. Begitu juga dengan hidup. Jika hidup yang dijalani itu-itu saja, lama-lama akan bosan juga dijalaninya. Oleh karena itu, saya sangat bersyukur ya Allah, Engkau telah mengarahkan saya untuk menjalani hidup yang telah saya jalani itu selama 4 tahun 3 bulan ini. Dan semoga jalan hidup saya ke depan tidak kalah berwarna-warni dengan yang telah saya alami. Tentunya, semoga warna-warni yang telah dicoretkan itu tidak hilang dimakan waktu. Semoga.
Friday, November 13, 2009
Already Gone
by Kelly Clarkson
Remember all the things we wanted
Now all our memories, they're haunted
We were always meant to say goodbye
Even with our fists held high
It never would have worked out right, yeah
We were never meant for do or die...
I didn't want us to burn out
I didn't come here to hurt you now I can't stop...
I want you to know
It doesn't matter where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone
Looking at you makes it harder
But I know that you'll find another
That doesn't always make you wanna cry
It started with the perfect kiss then
We could feel the poison set in
"Perfect" couldn't keep this love alive
You know that I love you so
I love you enough to let you go
I want you to know
It doesn't matter where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone
I'm already gone, already gone
You can't make it feel right
When you know that it's wrong
I'm already gone, already gone
There's no moving on
So I'm already gone
Ahhhh already gone, already gone, already gone
Ahhhh already gone, already gone, already gone
Remember all the things we wanted
Now all our memories, they're haunted
We were always meant to say goodbye...
I want you to know
It doesn't matter where we take this road
Someone's gotta go
And I want you to know
You couldn't have loved me better
But I want you to move on
So I'm already gone
I'm already gone, already gone
You can't make it feel right
When you know that it's wrong
I'm already gone, already gone
There's no moving on,
So I'm already gone
Thursday, November 12, 2009
Pesan yang Aneh
Tadi saya berbincang dengan Josef melalui YM. Ada pesan yang aneh dari Josef ketika saya meminta izin untuk pup (buang air besar -red.).
"yang puas ya pup nya"
Pesan macam apa itu?? Hahahahahahaha.
Friday, October 30, 2009
Sekedar Berbagi Perasaan Tentang Beberapa Sahabat Baik Saya di TI 2005
Sabtu, 24 Oktober 2009. Hari itu saya di wisuda di Sabuga, Bandung, bersama 77 teman TI 2005 saya. Hari itu tentu menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup saya. Kami datang pagi-pagi ke Sabuga, berfoto ria sesama wisudawan, menjalani prosesi yang cukup membosankan (hehehe), bersalaman dengan rektor ITB-dekan FTI-kaprodi TI, mengambil ijazah, foto bersama prodi, disambut di luar oleh massa MTI, diberi bunga oleh teman-teman, banyak berfoto dengan teman-teman, dan malamnya disambung dengan syukuran wisuda MTI yang tentunya sangat menyenangkan sekaligus menyedihkan, karena kami terlarut dalam tangisan; tangisan bahagia yang mensyukuri persahabatan yang terjadi di TI 2005, namun juga tangisan sedih yang membuat kami menyadari bahwa rutinitas keseharian kami tidak akan pernah dijalani bersama-sama dengan TI 2005 lagi ke depannya.
Beberapa hari ini (sebelum saya akan meninggalkan Bandung), saya banyak mengenang cerita ataupun momen yang pernah saya alami bersama TI 2005, atau bahasa lainnya, flashback. Kalau saya ceritakan semuanya, tentu tidak akan cukup hanya dalam beberapa paragraf. Bisa jadi menjadi sebuah novel tersendiri bagi saya, hehe. Dan selama flashback, saya menyadari beberapa teman baik, sahabat saya, yang telah mengajari saya banyak hal.
Arrum, yang telah mengajari saya betapa menyenangkannya hidup ini, dan betapa berharganya hidup ini, melalui lelucon-lelucon yang sering dilakukannya (bersama saya tentunya, hahaha) maupun cerita-cerita dewasanya yang sering menjadi inspirasi saya.
Josef, yang telah mengajari saya untuk berjuang dalam hidup untuk mendapatkan apa yang dimau, walaupun mungkin jalan ke depannya akan menjadi sangat berat, namun hadapi saja apapun itu.
Sapri, yang sering menjadi inspirasi saya, terutama di tahun-tahun terakhir, dengan pribadinya yang mungkin cuek namun tetap menyenangkan,dan wawasannya yang luas karena rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap banyak hal.
Dendy, yang selama 2 tahun terakhir mungkin banyak direpotkan saya, sering saya tebengin kemana-mana, benar-benar teman di kosan karena saya jarang pergi dan berkumpul dengan teman kosan lainnya, teman berlatih bahasa inggris, dan wawasannya yang luas memberi saya banyak informasi.
Fifi, yang bertahun-tahun sering mengajari saya, terutama di saat belajar bersama ketika akan menghadapi ujian, teman yang sering berbagi cerita tentang kehidupannya, dan teman yang membuat saya tersanjung karena pengakuannya yang katanya nyaman untuk berteman dan berbagi dengan saya.
Nindy, teman dengan segudang bakat, yang membuat saya sadar bahwa saya bisa menguasai banyak hal kalau memang saya mau belajar dan berlatih, yang membuat saya belajar untuk tulus dalam mengerjakan segala hal.
Didi, teman yang saya sendiri tidak tahu jalan pikirannya, namun cerita-ceritanya membuat saya melihat dan belajar untuk menghargai sisi lain kehidupan, entah sisi lain itu apa, namun obrolan dengannya membuat saya untuk bisa melihat dari pandangan yang berbeda.
Sawe, yang sering berbagi cerita dengan saya, tentang apapun, yang walaupun simpel namun entah mengapa saya senang mendengarnya dan saya merasa belajar banyak darinya.
Uki, yang tidak hanya sekedar menjadi teman baik, namun juga sudah menjadi "kakak" bagi saya, yang dengan pribadi dan kisah hidupnya yang unik, banyak memberi dan mengajari saya, sehingga saya seperti memiliki sosok kakak yang tidak saya punya.
Dan terakhir, Donal, benar-benar teman dari tingkat pertama hingga tingkat akhir, mulai dari teman belajar kalkulus pada tingkat satu, hingga teman yang menemani saya di malam hari sebelum saya sidang hingga nilai hasil sidang saya keluar, teman yang menjadi sahabat dan saudara terbaik saya selama ini, karena dengan sejuta kesenangannya yang dia berikan dan juga konflik yang mungkin bersama-sama kami ciptakan tanpa kami sadari, yang benar-benar membuat saya mengerti benar arti seorang sahabat, dan mungkin saya belum menjadi sahabat yang baik bagi dia, namun saya tetap berusaha belajar untuk menjadi sahabat baiknya.
Masih banyak teman-teman TI 2005 yang tentunya sangat berarti berarti bagi saya. Dan saya tidak bermaksud untuk mengecilkan peran mereka dengan tidak menceritakannya di sini. Namun dalam kesempatan ini saya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan terhadap teman-teman ini. Mungkin dalam kesempatan lain saya akan mengungkapkan apa yang saya rasakan terhadap teman-teman baik saya lainnya.
Terimakasih teman-temanku semua. Saya benar-benar bersyukur kalian pernah hadir dalam hidup saya, tidak hanya sepintas, tetapi singgah dalam waktu yang cukup lama.
Tuesday, October 13, 2009
Kangen Seorang Sahabat
Tadi saya abis ym-an dengan salah seorang sahabat saya yang sekarang melanjutkan studi S2 di Jepang. Di tengah-tengah pembicaraan, dia menyelipkan mesej ini.
Josef Novan Adrian Lumbantobing: makasih ya udah mau temenan sama gw nu. makasih udah mau memberikan allowance lebih buat pribadi gw yang agak2 berbeda dengan yang lain ini
*tanpa saya edit sama sekali, langsung copy paste dari mesej aslinya di ym
Saya terharu saat itu juga, hingga saat saya post cerita ini. Saya bersyukur bisa jadi seorang teman yang berarti buat sahabat saya. Untuk Josef, terima kasih banyak juga ya, kamu juga sahabat yang berarti buat saya kok, hehe.
Miss you a lot, bro. Wishing you a great life there.
Tuesday, September 01, 2009
buat partner plo gw : semangat!
partner plo gw dulu udah mau sidang aja..
gw ga tau lagi kalo ad latian sidangnya..
aga sedih juga sih ga tau..
tapi yaudahlah, hehehe..
semangat ya sasap!
gw selalu dukung lo! dimanapun lo berada!
abis sidang ntar langsung masuk kerja deh.. ckckck..
memang hebat partner plo gw ini..
semangat sasap!