Tuesday, August 04, 2009

My Adopted Recipe : Roti Goreng Tuna Kari

Sebenarnya saya mengadaptasi resep ini dari bukunya Chef Bara ("Masak Seru Bareng Si Tukang Masak : Bara Pattiradjawane"). Cuma di buku itu adanya resep "Roti Goreng Smoked Beef". Karena tidak ada smoked beef di kosan saya dan ada sekaleng tuna kari yang sudah sebulan lebih berada di lemari makanan saya, jadilah saya ganti smoked beef-nya dengan tuna kari kalengan. Makanya nama judul postingannya "My Adopted Recipe" bukan "My Own Recipe" seperti biasanya, hehe.

Ini dia resep hasil adaptasi saya! (Kalau mau tahu resep aslinya, beli bukunya saja. Walaupun sedikit mahal, namun buku ini dilengkapi VCD demo masak. Jadi kalau ada yang bingung dari membaca bukunya, tonton saja VCD-nya! Hehe.)

"Roti Goreng Tuna Kari"

Bahan :

  • 2 lembar roti tawar
  • 1/4 kaleng tuna kari (merk apapun)
  • 1/2 sdt merica
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 potong tomat
  • 1 butir telur
  • 2 sdm mentega

Cara Membuat :

  • Panaskan wajan antilengket, kemudian lelehkan 1 sdm mentega. Masak tuna kari hingga matang. Lalu taruh dalam mangkok / wadah tertentu. Cuci bersih wajan tersebut.
  • Potong kecil-kecil tomat menjadi bentuk dadu.
  • Siapkan telur dalam wadah.
  • Ambil 2 lembar roti tawar. Potong tiap lembar roti tawar menjadi dua bagian berbentuk segitiga sehingga terdapat 4 lembar (2 pasang) roti tawar bentuk segitiga.
  • Ambil satu lembar roti segitiga. Tambahkan tuna kari dan potongan tomat di atas roti. Pastikan campuran tuna kari dan tomat berada di tengah roti dan sisakan kurang lebih 1 cm di sekeliling pinggir roti.
  • Dari telur yang belum dikocok, ambil sedikit putih telur, kemudian olesi bagian yang tidak terkena campuran (yang sisa 1 cm), kemudian langsung tutup dengan 1 lembar roti yang masih kosong sambil ditekan-tekan pinggirnya. Pastikan roti tertutup rapat. Diamkan sebentar sampai putih telur kering, lalu potong kulit pinggiran roti.
  • Lakukan hal yang sama dengan 2 lembar roti segitiga lainnya.
  • Kocok sisa telur seperti jika ingin membuat telur dadar.
  • Panaskan wajan antilengket yang telah dicuci bersih tadi, kemudian lelehkan 1 sdm mentega. Turunkan panas api menjadi sedang.
  • Celupkan roti ke dalam telur hingga semua bagian tertutup kocokan telur. Goreng satu sisi hingga telur matang kurang lebih 1 menit, kemudian balik. Teruskan goreng sisi lainnya sampai berwarna cokelat keemasan. Angkat dan tiriskan.

Rotinya dapat dimakan dengan saus sambal dan/atau saus tomat. Sebenarnya kalau mau lebih enak, bisa ditambah jamur champignon (jamur kancing)  dan parutan keju di dalam rotinya. Cuma tadi karena lupa, jadi tidak pakai itu, hehe. Oya, karena ini saya juga memodifikasi dari resep Chef Bara, resep ini juga bisa dimodifikasi dengan mengubah isi rotinya sesuai dengan selera dan ketersediaan bahan, hehehe. Selamat mencoba!

Monday, August 03, 2009

Jopan Melahirkan (lagi)!

Tak disangka tak dinyana, ternyata Jopan hamil! Saya kira Jopan hanya gendut belaka. Walaupun saya juga sempat curiga si Jopan hamil, tapi karena dia tidak galakkepada si Ipan seperti waktu kehamilan pertama maka saya hanya mengira si Jopan gendut banget.

Tapi ternyata, tadi pagi ketika saya bangun sekitar pukul 09.00, terlihatlah Jopan yang sedang menutupi bayi-bayinya. Awalnya saya hitung bayinya ada 6 ekor. Namun ternyata saya salah menghitung. Jumlah yang benar adalah 8 ekor! Astaga! Banyak!

Awalnya tidak mau saya pisah, karena sepertinya si Ipan merasa oke-oke saja dengan kehadiran bayi-bayi mereka. Tapi si Ipan sudah mengajak si Jopan kawin lagi! Padahal Jopan baru saja melahirkan. Dan herannya, si Jopan diam saja ketika diajak kawin! Astaga. Mereka melakukannya di depan bayi-bayi mereka.

Alhasil, si Jopan dan bayi-bayinya langsung saya pisah dan pindahkan ke baskom. Saya pindahkan bayi-bayinya satu persatu dengan memakai sendok, karena tidak boleh dipegang langsung, nanti bau manusia bayi-bayinya.

Ya, mudah-mudahan bayi-bayi kali ini juga dapat tumbuh sehat seperti anak-anak kelahiran pertama, dan dapat berbuah uang untuk saya. Hahahaha.

Friday, July 03, 2009

egois.

lagi merasa egois.

a guilty pleasure.

pengen egois. tapi tau kalo itu ga bener.

jadi?

i'm just going to sit and remain silent.

biar tenggelam dalam keegoisan sendiri.

Saturday, June 27, 2009

Mereka Sudah Mulai Besar

Bayi-bayi Jopan (lihat postingan sebelumnya) sudah mulai besar. Lihat saja perbedaannya.

Foto di atas diambil pada saat bayi-bayi Jopan berumur 1 hari, pada tanggal 17 Juni 2009.

Foto di atas diambil pada saat bayi-bayi Jopan berumur 11 hari, pada tanggal 27 Juni 2009.

Jadi tidak sabar menanti mereka tambah besar lagi. Mau lihat mereka lari-lari ke sana ke mari. Hehe.

Sunday, June 21, 2009

My Own Recipe : Nasi Tiga Warna

Kembali hadir dalam blog saya, resep coba-coba saya yang ketiga. Resep ini saya beri nama "Nasi Tiga Warna". Seperti dapat dilihat di gambar sebelah, terdapat tiga warna yang mendominasi menu masakan ini, yaitu merah, kuning, dan hijau. Warna merah disebabkan oleh sosis sapi dan cabe merah, warna kuning disebabkan oleh telur orak-arik, dan warna hijau disebabkan oleh paprika hijau.

Dan, inilah resepnya!

"Nasi Tiga Warna"

Bahan :

  • 1 siung bawang putih yang cukup besar
  •  2-3 siung bawang merah
  • 1/2 potong cabe merah
  • 1 sendok teh garam
  • 1/3 sendok teh gula pasir
  • merica secukupnya
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 1 buah sosis sapi
  • 1 butir telur ayam
  • 1/3 potong paprika hijau
  • 1 piring nasi putih


Cara Membuat :

  • Kupas bawang merah dan bawang putih. Cuci bersih. Potong kecil-kecil.
  • Cuci bersih cabe merah. Potong kecil-kecil.
  • Cuci bersih paprika hijau. Hilangkan isi dalamnya. Potong kecil-kecil.
  • Potong melintang pipih sosis sapi.
  • Kocok telur ayam seperti akan membuat telur dadar di mangkok terpisah.
  • Panaskan wajan di atas kompor. Kemudian masukkan minyak goreng ke dalam wajan. Tunggu hingga panas.
  • Masukkan potongan sosis sapi ke dalam wajan. Masak hingga hampir matang.
  • Masukkan potongan bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan paprika hijau ke dalam wajan. Masak hingga berbau harum.
  • Masukkan telor ayam yang sudah dikocok ke dalam wajan. Aduk-aduk hingga menjadi telur orak-arik. Masak hingga matang.
  • Tambahkan garam, gula, dan merica ke dalam wajan. Masak hingga harum.
  • Masukkan nasi putih. Masak hingga nasi berwarna agak kekuningan dan berbau harum.
  • Matikan kompor. Tuang masakan ke dalam piring. Masakan siap dihidangkan.

Seperti biasa, resep ini dapat dimodifikasi sesuai dengan selera Anda.Selamat mencoba!


Wednesday, June 17, 2009

Jopan Melahirkan!

Kemarin (Selasa, 16 Juni 2009) pagi Jopan melahirkan! Saya tidak tahu waktu tepatnya, karena saya tidak melihat langsung proses melahirkannya. Begini kronologis ceritanya.

Selasa, 16 Juni 2009

*cerita ini akan saya mulai dari awal saya bangun. waktu yang tertulis bukan tepat pada waktu segitu, namun berupa perkiraan waktu.

Pukul 06.00 - Adik saya masuk ke kamar, mengambil kunci mobil, meminjam duit untuk beli bensin, lalu keluar. Saya bangun, kemudian tidur lagi.

Pukul 06.15 - Donal menelepon untuk membangunkan saya karena saya berencana untuk jogging dengan Arrum, Gana, Bojes. Saya pun bangun. Namun karena saya merasa badan saya pegal-pegal, saya pun memutuskan untuk tidak jadi jogging dan melanjutkan tidur kembali.

Pukul 09.00 - Saya terbangun lagi. Saya langsung mengecek HP saya. Ternyata ada SMS dari Arrum yang memberitahukan bahwa dia akan sedikit telat sampai ke Sabuga untuk jogging. SMS itu pun saya balas dengan SMS yang berisi permintaan maaf karena tidak jadi ikut jogging. Dan tanpa saya sadari, saya pun tertidur lagi.

Pukul 12.15 - Saya terbangun lagi. Ketika saya terbangun, saya merasa mendengar bunyi cicit kecil sayup-sayup. Saya mengira itu adalah bunyi burung di luar jendela kosan. Saya pun langsung bangkit dari tempat tidur dan secara refleks berjalan menuju kandang Ipan dan Jopan untuk mengecek apakah makanan mereka masih ada. Ketika saya melihat kandang Jopan, saya memperhatikan dengan baik isi rumah-rumahan berbentuk pohon pemberian Donal dengan mengintipnya dari lubang di bagian atas. Samar-samar saya melihat (karena saya baru bangun) ada bayi-bayi merah hamster berukuran satu ruas jari kelingking. Hanya sebesar satu ruas. Saya pun berusaha menajamkan penglihatan untuk memastikan apakah itu benar-benar bayi hamster. Dan ternyata memang benar. JOPAN MELAHIRKAN!

Saya pun dengan segera memasang koran di sekeliling luar dinding kontainer kandang Jopan, karena katanya Ibu baru hamster akan lebih merasa aman dan nyaman jika sekeliling lingkungannya gelap. Saya pun segera menyalakan YM dan memasang status "JOPAN MELAHIRKAN.". Ucapan-ucapan selamat pun berdatangan dari teman-teman saya, dan juga bapak saya, diiringi dengan kekagetan mereka. Hehehe.

Saya tidak tahu jumlah pasti bayi-bayi hamster yang Jopan lahirkan, karena dia melahirkan di dalam rumah-rumahan pohonnya itu. Namun, saya sempat mengintipnya dan berusaha menghitung bayi-bayi yang ada. Saya perkirakan ada sekitar lima ekor bayi merah nan kecil yang berada dalam rumah-rumahan itu. Untuk sementara bayi-bayi ini belum bisa difoto, karena ada di dalam rumah-rumahan sehingga susah untuk difoto. Mudah-mudahan fotonya bisa menyusul segera untuk dipasang di blog ini.

Selamat ya Jopan atas kelahiran bayi-bayinya! Untuk Ipan, buah karyamu sudah lahir tuh! Hehe.

Tuesday, May 19, 2009

Meet My Brand New Hamsters : Jopan & Ipan!

I have my brand new hamsters!! Ini pertama kalinya sayapunya hamster! Yippie!! Hehehe.

Kenapa tiba-tiba saya pelihara hamster? Begini ceritanya.

Suatu hari, ***** (teman saya, nama di sensor atas permintaan sang terkait) mengatakan kepada saya bahwa di Rileks (forum di kampus saya) ada thread tentang seorang mahasiswa ITB (yang di kemudian hari diketahui bernama Rifa, mahasiswa FT '05) sedang bagi-bagi hamster. Singkat cerita, dalam beberapa minggu saya dan ***** pun memesan hamsternya, menyiapkan perlengkapannya, dan kemudian bertemu dengan Rifa untuk mengambil hamsternya. *males banget ya saya cerita, hehehe. Hamster yang kami dapat masing-masing dari Rifa ini sama-sama betina. Ketika bertemu dengan Rifa untuk mengambil hamsternya, Josef (teman saya yang lain, yang memiliki nama alias "Jopan") ikut menemani kami mengambil. Akhirnya, saya pun menamai hamster pemberian Rifa yang punya saya ini dengan nama Jopan, untuk menghargai dan mengenang teman saya ini. *ahahaha, "terhormat" abis dikenangnya dengan ngasih namanya ke hewan peliharaan, hehehe, peace sef! Hamster satunya (punya *****) diberi nama Sugil (yang mungkin akan saya ceritakan di lain waktu, karena juga berdasarkan nama alias teman saya yang lain) dan sempat menginap selama 2 malam di kosan saya menemani Jopan.

Ini dia Jopan!

 

Saya dan ***** pun memutuskan untuk membeli hamster pasangan sebagai teman hidup hamster kami masing-masing. Dan saya pun berjanji kepada diri saya sendiri akan menamai calon hamster jantan nanti dengan nama Ipan. Nama ini saya ambil juga dari nama teman saya yang lain, Donald Ivan Tjandra (teman saya di segala situasi dan kondisi, senang sedih susah gembira kesal marah kecewa bahagia apapun). Akhirnya, kemarin saya dan ***** membeli sang hamster jantan di petshop yang berada di Ciwalk.

Dan inilah dia Ipan!

 

Dan kini, Ipan pun hadir menemani Jopan dalam menjalani hidupnya sehari-hari. Semoga nantinya mereka berdua akan membentuk keluarga yang bahagia. *kenapa saya bilang nantinya, karena mereka berdua saat ini masih kecil, umurnya masih sekitar 1 bulanan, belum boleh kawin.





Friday, May 15, 2009

My Own Recipe : Potato Meat Instant

Ini dia resep coba-coba kedua saya yang saya coba ketika jenuh mengerjakan TA, hahahaha. Resep ini saya beri nama "Potato Meat Instant". Kenapa "Potato"? Karena saya menggunakan kentang sebagai sumber karbohidratnya, bukan nasi. Kenapa "Meat"? Karena di dalamnya terdapat daging sapi dan daging ayam sebagai sumber protein hewaninya. Kenapa "Instant"? Karena daging-daging yang digunakan adalah daging ayam dan sapi instan, yaitu daging beef burger, sosis sapi, dan chicken nugget, hehehe.

Dan, ini dia resepnya!

"Potato Meat Instant"

Bahan :

  • 2-3 siung bawang putih 
  • 3-4 siung bawang merah
  • 1 buah cabe merah
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
  • minyak goreng secukupnya
  • keju parut secukupnya
  • air secukupnya
  • 1 buah kentang ukuran medium
  • 1 buah sosis sapi
  • 1 buah daging beef burger
  • 2 buah chicken nugget
  • 1 butir telur ayam

Cara Membuat :

  1. Kupas kentang. Cuci bersih. Potong kecil-kecil.
  2. Rebus kentang dengan air mendidih secukupnya hingga empuk / matang. Kemudian tiriskan.
  3. Kupas bawang merah dan bawang merah. Kemudian cuci bersih.
  4. Cuci bersih cabai merah. Kemudian potong kecil-kecil.
  5. Tumbuk bawang putih, cabai merah, dan sedikit garam hingga halus.
  6. Tumbuk bawang merah hingga menjadi pipih acak.
  7. Potong kecil-kecil sosis sapi, daging beef burger, dan chicken nugget.
  8. Kocok telur ayam seperti akan membuat telur dadar di mangkok terpisah.
  9. Panaskan wajan di atas kompor. Kemudian masukkan minyak goreng ke dalam wajan. Tunggu hingga panas.
  10. Masukkan kentang yang sudah direbus tadi ke dalam wajan. Masak sesaat.
  11. Masukkan potongan sosis sapi, daging beef burger, dan chicken nugget ke dalam wajan. Masak hingga hampir matang.
  12. Masukkan tumbukan bawang merah, bawang putih, dan cabai merah ke dalam wajan. Masukkan pula garam dan merica secukupnya. Masak hingga berbau harum.
  13. Masukkan telor ayam yang sudah dikocok ke dalam wajan. Aduk-aduk hingga menjadi telur orak-arik. Masak hingga matang.
  14. Matikan kompor. Tuang masakan ke dalam piring. Beri keju parut di atasnya. Masakan siap dihidangkan.

Hasilnya? Ya seperti foto di atas. Sepertinya akan lebih enak jika ditambahkan brokoli di masakannya. Mungkin brokoli goreng tepung bisa jadi "teman" yang pas untuk masakan ini sebagai sumber protein nabati, vitamin, dan mineralnya, hehe. Nanti lah kapan-kapan dicoba lagi.

Oiya, seperti biasa, resep dapat dimodifikasi sesuai dengan selera Anda. Selamat mencoba!

Friday, May 08, 2009

Sadarkah Kalian, Teman?

sadarkah kalian, teman?
bahwa minggu depan adalah minggu terakhir kita menjalani kuliah sebagai satu angkatan

sadarkah kalian, teman?
bahwa minggu depan mungkin akan menjadi minggu terakhir yang mempertemukan kita satu sama lain dengan jadwal yang rutin

sadarkah kalian, teman?
bahwa mungkin dalam waktu yang singkat satu-persatu dari kita akan mulai menanggalkan status "mahasiswa" kita

sadarkah kalian, teman?
bahwa ternyata, diluar dugaan kita, dan tanpa terasa, waktu bergerak sangat sangat cepat di antara kita

sadarkah kalian, teman?
bahwa ternyata sudah banyak, dan mungkin tak terhitung, kejadian yang kita jalani, situasi yang kita alami, perasaan yang kita bagi, semua bersama-sama

tapi,

sadarkah kalian, teman?
bahwa mungkin minggu depan akan menjadi minggu yang sangat kita kenang
bahwa mungkin minggu depan akan menjadi minggu yang sangat berharga
bahwa mungkin minggu depan akan menjadi minggu yang sangat kita manfaatkan

jadi,

ayo teman
bawa semua media yang dapat mengabadikan minggu depan yang (harusnya) sangat berharga buat kita
kamera, handycam, handphone, buku catatan, apapun
apapun yang bisa merekam ini semua

ayo teman
kita kumpul angkatan
yang (mungkin) akan menjadi kumpul angkatan terakhir kita
bahas apapun yang mau dibahas
entah itu bahas MTI yang sedang vakum
entah itu bahas buku angkatan
entah itu bahas strategi kita ke depan ketika semua telah dikalungi gelar ST
apapun

terima kasih ya teman
atas kesenangan yang saya alami selama ini
atas pembelajaran yang saya dapat selama ini
atas perasaan yang telah teman-teman bagi selama ini
atas semuanya yang mungkin tidak bisa lagi digambarkan dengan kata-kata


dan saya tahu
mungkin kalimat penutup ini nanti tidak cukup untuk menggambarkannya
tapi saya tetap akan mengucapkannya

terima kasih banyak

terima kasih banyak

terima kasih banyak


P.S. : ayo semangat jalani minggu terakhir kita kuliah bersama!! =)

Sunday, April 19, 2009

My Own Recipe : Nasi Goreng Kentang Keju

Seperti biasa, saya suka mencoba-coba resep masakan hasil pemikiran sendiri. Nah, malam ini saya mencoba membuat masakan yang baru terlintas dalam pikiran tepat sebelum memasak, yang akhirnya saya beri nama "Nasi Goreng Kentang Keju". Resep ini murni hasil buah pemikiran saya sendiri, jadi kalau kebetulan memang sudah ada ya maaf saja, saya nggak tahu, hehe. Ini dia resepnya!

Nasi Goreng Kentang Keju

Bahan :

  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • 1 buah cabe merah yang dibuang bijinya sebagian
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
  • minyak goreng secukupnya (kira-kira 6-8 sendok makan)
  • keju parut secukupnya
  • 1 buah kentang ukuran medium
  • 1 potong sosis ayam / sapi
  • 3 potong nugget ayam
  • sepiring nasi (secukupnya saja, jangan terlalu banyak, kan sudah ada kentang)

Cara Membuat :

  1. Kupas bawang merah, bawang putih, dan kentang. Kemudian cuci bersih.
  2. Cuci bersih cabai merah. Buang sebagian bijinya.
  3. Tumbuk bawang putih, cabai merah, dan sedikit garam hingga halus.
  4. Tumbuk bawang merah hingga menjadi pipih acak.
  5. Tumbuk kentang hingga halus. Lebih baik jika menggunakan blender.
  6. Potong kecil-kecil nugget dan sosis.
  7. Panaskan wajan di atas kompor. Kemudian masukkan minyak goreng ke dalam wajan. Tunggu hingga panas.
  8. Masukkan kentang yang sudah halus, potongan sosis dan nugget ke dalam wajan. Masak hingga berbau harum.
  9. Masukkan tumbukan bawang merah, bawang putih, dan cabai merah ke dalam wajan. Masukkan pula garam dan merica secukupnya. Masak hingga setengah matang.
  10. Masukkan perutan keju ke dalam wajan. Masak hingga matang.
  11. Masukkan nasi ke dalam wajan. Masak hingga berwarna kecokelatan.
  12. Matikan kompor. Tuang masakan ke dalam piring. Masakan siap dihidangkan.

     

        Gambar No. 3                          Gambar No. 4                               

  

         Gambar No. 5                          Gambar No. 6

 

            Gambar No. 8                     Gambar No. 12

*mohon maaf atas ketidaklengkapan gambar untuk semua tahapan memasak, hehe.

Resep bisa dimodifikasi sesuai dengan selera. Selamat mencoba!